sejarah batik cirebon

Mengenal Sejarah Batik Cirebon

Di Indonesia batik mempunyai banyak ragam dan jenis. Keragaman batik itu sendiri merupakan sebagai warisan budaya Indonesia yang merefleksikan setiap kebudayaan masing yang memiliki kekhasan tersendiri. Namun kali ini kita akan membahas dan mengenal sejarah batik Cirebon. Batik Cirebon dapat di katakan sebagai sentra batik tertua dan besar pengaruhnya terhadap pola batik di sentra-sentra batik lain di Jawa Barat.

Batik Cirebon merupakan ragam batik khas Cirebon yang merupakan salah satu dari empat sentra industri batik di Jawa Barat yang masih ada hingga sekarang. Tiga sentra industri batik lainnya adalah Indramayu, Tasikmalaya, dan Garut.

Sejarah batik Cirebon pada jaman dulu merupakan pencampuran antara budaya dalam masyarakat dengan tradisi religius. Lebih tepatnya pada jaman Sunan Gunung Jati pada abad 16 ketika sedang menyebarkan ajaran agama islam di Cirebon.

Menurut para sejarawan, awal mula perkembangan batik Cirebon yaitu dulunya berawal dari Pelabuhan Muara Jati (kini lebih di kenal dengan Cirebon) di jadikan tempat persinggahan oleh para pedagang asing, mulai dari negara Arab, Tiongkok, India dan Persia. Para pedagang asing ini akhirnya menciptakan perpaduan beragam budaya dan menghasilkan banyak tradisi baru yang di antaranya adalah batik Cirebon

Salah satu motif batik Cirebon yang paling terkenal dan menjadi ikon dari  Cirebon adalah motif Megamendung. Motif ini melambangkan awan pembawa hujan sebagai lambang kesuburan dan pemberi kehidupan. Sejarah motif ini berkaitan dengan sejarah kedatangan bangsa Tiongkok di Cirebon, yaitu Sunan Gunung Jati yang menikah dengan wanita Tionghoa bernama Ong Tie. Motif ini memiliki gradasi warna yang sangat bagus dengan proses pewarnaan yang di lakukan sebanyak lebih dari tiga kali.

Batik yang ada di wilayah Cirebon berkaitan dengan kesultanan-kesultanan yang berada di wilayah ini. Di antaranya yaitu kesultanan Kasepuhan dan kesultanan Kanoman. Pola penyebaran Batik Cirebon sama dengan pola penyebaran batik Yogya atau Solo yakni pertama-tama muncul di lingkungan dalam keraton. Kemudian di bawa keluar lingkungan keraton oleh para abdi dalem yang bertempat tinggal di luar keraton. Pada mulanya, seni membatik hanya di pelajari para putri keraton untuk mengisi waktu senggang mereka. Ornamen batik yang berkembang saat itu antara lain ornamen paksi naga liman, siti inggil, Kanoman, Taman Kasepuhan, dan Taman Sunyaragi. Batik yang di hasilkan disebut batik bergaya keratonan.

Selanjutnya, masyarakat Cirebon juga mempelajari seni batik sebagai barang dagangan. Ornamen yang di hasilkan disebut pesisiran dan batik yang dihasilkan disebut batik pesisiran. Jika di antara kalian ingin membeli salah satu batik khas Cirebon kamu bisa kunjungi https://batikcirebon.id/

Source :